Penerbangan di Indonesia terganggu akibat letusan Kelud, Kabut Asap, dan letusan Sangeang Api

Dalam beberapa bulan terakhir, penerbangan di Indonesia mengalami gangguan akibat dampak bencana alam maupun kecerobohan manusia yang terjadi di Tanah Air. Berikut 3 peristiwa yang terjadi selama 4 bulan terakhir yang menyebabkan gangguan pada operasional penerbangan di Indonesia.

  1. Meletusnya Gunung Kelud

Salah satu gunung berapi aktif di Indonesia adalah Gunung Kelud.  Gunung ini terletak kira-kira 27 km sebelah timur pusat kota Kediri dan tercatat sudah 7 kali meletus mulai dari tahun 1901 sampai dengan yang catatan terakhir di awal bulan Februari 2014 lalu.

Letusan gunung kelud di tahun 2014 ini memakan korban jiwa dan menyebabkan hujan kerikil dan abu vulkanik yang berdampak bagi penerbangan di sekitar pulau Jawa. Hampir semua wilayah Yogyakarta, Sleman, Madiun, Magetan, Solo, Malang, Surabaya sampai ke Jawa Barat daerah Bandung dan Ciamis terkena dampak dari Abu vulkanik yang dihasilkan oleh Gunung Kelud.

Dampak dari abu vulkanik ini menyebabkan penerbangan di beberapa kota terganggu. PT. Angkasa Pura akhirnya menutup sementara tiga bandara yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud ini pada tanggal 14 Februari 2014 yaitu Bandara Juanda (Surabaya), Adi Sucipto (Yogyakarta), dan Adi Sumarno (Solo). Kemudian karena dampak abu vulkanik menyebar tidak hanya di daerah tersebut, maka dilanjutkan dengan penutupan bandara di Semarang, Malang, Surabaya, dan Bandung.

Berkaitan dengan situasi tersebut, penumpang yang telah memiliki jadwal penerbangan dari dan ke daerah yang disebutkan di atas, dapat melakukan penjadwalan ulang maupun refund atau pengembalian secara penuh dari pihak maskapai. Maskapai-maskapai yang membatalkan penerbangan mereka yaitu Lion Air, Sriwijaya Air, Air Asia, Garuda Indonesia, Citilink, dan Tigerair Mandala. Keenam maskapai ini mempunyai frekuensi terbang yang cukup banyak di seputaran daerah Jawa yang terkena dampak abu vulkanik.

  2. Kabut Asap di provinsi Riau

Kebakaran hutan dan lahan gambut di provinsi Riau, Sumatera awal maret 2014 yang lalu juga menjadi salah satu kejadian yang menghentikan kegiatan penerbangan di Indonesia beberapa saat lalu. Operasional penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II sempat terganggu sejak 23 Februari 2014 hingga 17 Maret 2014 lalu. mulai dari pembatalan penerbangan sampai dengan pengalihan penerbangan ke kota lain.

Ternyata kabut asap ini tidak hanya berdampak pada bandara di provinsi Riau saja, namun mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau sejak 13 sampai 17 Maret 2014 lalu. Pihak maskapai pun ikut merasakan kerugian yang cukup besar akibat ulah pembakar hutan tersebut. Maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan yaitu Citilink, Air Asia, Tigerair Mandala, Pelita Air, Sriwijaya Air, Silk Air, Garuda Indonesia, Lion Air, Eastindo, FireFly, Batik Air dan Sky Aviation.

Pembatalan maupun pergantian jadwal atau pengembalian dana penumpang disesuaikan dengan aturan masing-masing maskapai mengenai force majeure.

 3. Erupsi Gunung Sangeang Api

Gunung berapi aktif yang terletak di kawasan pulau Sangeang, kabupatan Bima, Nusa Tenggara Barat ini tercatat mengalami letusan terakhir di bulan Desember 2012 sebelum terjadi lagi di bulan Mei 2014 kemarin. Letusan gunung ini terjadi sekitar pukul 15.55 sore WITA pada tanggal 30 Mei 2014.

Sebanyak 20 penerbangan dari dan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, dibatalkan. Disusul dengan penutupan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan Bandara Tambolaka akibat debu vulkanik yang dapat membahayakan penerbangan dari dan ke kota Labuan Bajo, Kupang, dan Ende. Penerbangan yang dibatalkan yakni 10 penerbangan Garuda Indonesia rute Denpasar, Kupang, labuan Bajo, Ende, Tambolaka, penerbangan Lion Air dan Wings Air, penerbangan Transnusa  dan Sriwijaya ke bandara Komodo, serta 1 penerbangan Susi Air rute Kupang, Sabu, dan Waingapu

Tidak hanya berdamapak pada operasional penerbangan di Indonesia, namun dampak letusan berupa awan abu juga mengganggu penerbangan di negara tetangga yaitu Australia. Maskapai penerbangan di Australia membatalkan penerbangan dari dan ke Darwin, Wilayah Utara Australia dan penerbangan dari Melbourne dan Adelaide menuju Bali.

Share Button