kota-jakarta

Asal usul nama kota Jakarta

Tanggal 22 Juni 2014 kemarin adalah ulang tahun kota Jakarta kita tercinta yang ke 487. Banyak hal yang berubah dari kota Jakarta dari tahun ke tahun. Penduduk yang tinggal di kota Jakarta kebanyakan merupakan pendatang. Bangunan-bangunan yang tinggi megah berlomba-lomba untuk memperlihatkan kekokohannya menjulang langit. Sudah jarang terlihat lagi rumah asli penduduk berupa kampung kecil tempat perkumpulan penduduk atau suku asli dari kota Jakarta sendiri digantikan dengan mall-mall, apartemen, dan gedung perkantoran yang luas dan megah.

Asal muasal kota Jakarta pada mulanya dikenal dengan Sunda Kelapa, tempat ini dikenal dengan kota pelabuhan di dekat sungai Ciliwung. Selama beratus-ratus tahun kota ini berkembang menjadi kota pelabuhan untuk pusat perdagangan internasional yang ramai. Kemudian Portugis datang ke Sunda kelapa dan diberikan izin untuk mendirikan benteng pertahanan di sana. Adalah seorang muda bernama Fatahillah datang dan menyerang Sunda Kelapa dan menaklukan kota ini dan kemudian mengubahnya menjadi nama Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1927 yang kemudian kita kenal dengan hari ulang tahun kota Jakarta sampai saat ini.

Setelah itu pada tahun 1596 Belanda pertama kalinya datang ke Jayakarta yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan mendirikan VOC atau yang kita kenal sebagai Syarikat Hindia Timur Belanda. Dengan dipimpin Jan Pieterszoon Coen, Belanda berhasil menguasai Jayakarta dan kemudian mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia. kota ini berkembang dan menjadi tempat pemerintahan pusat kota. Menurut Belanda, kota Batavia mirip dengan negeri Belanda dimana keadaan alamnya berawa-rawa, sehingga mereka membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dan ancaman banjir. Singkat cerita kemudian Batavia jatuh ke tangan Jepang pada tahun 1942 dan Jepang mengubah namanya menjadi Jakarta sampai pada akhirnya Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dan menjadikan kota Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia.

Sejarah yang selalu kita pelajari ketika masih di sekolah dasar ini selalu menjadi kenangan tersendiri bagi rakyat Indonesia. Banyak yang mencirikan kota Jakarta. Meskipun banjir dan macet, kota ini sudah mendapatkan hati para keluarga yang tumbuh dan mencari nafkah di kota Jakarta tercinta.

Share Button