Mobile Banner Fakta Menarik Nyepi-01

4 Fakta Menarik Perayaan Nyepi di Bali

Tepat tanggal 9 Maret 2016, seluruh umat Hindu di dunia merayakan Nyepi, tak terkecuali umat Hindu di Indonesia. Perayaan Nyepi di sini sangat kental terasa di Pulau Dewata, Bali. Di Bali, perayaan ini dimulai dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 pagi di hari berikutnya. Pada jam tersebut, seluruh aktivitas di Bali dihentikan, bahkan semua penduduk baik lokal maupun turis dilarang untuk keluar dari rumah atau hotel. Orang yang beragama Hindu biasanya melakukan ritual berdoa dan merenung di dalam rumah masing-masing.

Berikut ini ada beberapa fakta mengenai perayaan Nyepi di Bali yang mungkin belum pernah kamu dengar!

1. Pawai atau Arak-arakan Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh adalah sebuah boneka raksasa dengan berbagai macam bentuk sebagai lambang Bhuta Kala. Bentuknya kebanyakan seram menggambarkan kejahatan yang terjadi sekarang ini. Pawai ini biasanya berlangsung pada malam hari sehari sebelum Nyepi , ogoh-ogoh akan diarak berkeliling kota. Setelah selesai, ogoh-ogoh akan dibakar karena merupakan lambang kejahatan yang harus dimusnahkan.

2. Upacara Tawur Kesanga

Upacara ini bertujuan untuk memberikan upah kepada Butha Kala agar tidak mengganggu ketentraman manusia. Walaupun sifatnya merusak, Butha Kala juga memiliki posisi sebagai penyeimbang alam. Upacara ini merupakan salah satu persiapan akhir sebelum puncak perayaan Nyepi yang biasanya dilakukan sore menjelang malam.

3. Ramainya Pusat Perbelanjaan Menjelang Nyepi

Menjelang Nyepi, pusat perbelanjaan di Kota Bali akan mengalami peningkatan. Biasanya warga akan membeli kebutuhan pokok untuk keperluan pada saat proses Nyepi berlangsung. Hal ini sangat penting karena selama Nyepi, tidak ada aktivitas di luar rumah dan banyak toko yang tutup.

4. Tradisi Omed-omedan

Tradisi apa sih nih? Pasti sebagian orang bertanya-tanya seperti itu. Omed-omedan disebut juga berciuman secara massal sambil disiram dengan air. Tradisi ini biasanya berlangsung sehari setelah Nyepi. Tradisi ini sebagai bentuk luapan kebahagiaan para muda-mudi di Bali, konon, hal tersebut dilakukan untuk menghormati leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa.

Namun perlu diingat, selama perayaan Nyepi berlangsung, para turis harus menjaga ketentraman. Apabila menimbulkan keributan, para Pecalang (staf keamanan) tidak segan untuk menangkap dan memberikan hukuman kepada para turis. Kalau kamu, apa sih yang kamu lakukan pada saat Nyepi? Share yuk di kolom komentar.

Share Button